Baca Juga : Tawa Yang Tak Sempat Lahir
Selamat datang di blog ini, di mana setiap kata memiliki cerita. Setiap tulisan adalah sebuah perjalanan, mengungkapkan kisah-kisah yang terkadang tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari. Di sini, kami berbagi refleksi, inspirasi, dan pemikiran yang mengajak pembaca untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Setiap kata yang tertulis memiliki makna, dan setiap cerita yang diceritakan memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan menggugah hati.
Jumat, 14 Maret 2025
Membacamu Melebihi Sunyi
Selasa, 11 Maret 2025
Kaulah Makna,
Kaulah Makna,
Di dalam sajak-sajakku,
kau bukan hanya sekadar kata, atau nama,
kau adalah nafas, yang menghidupkan sunyi,
denyut kecil, di antara jeda-jeda yang rapuh.
Aku menulis tentang luka,
tapi di setiap barisnya, kaulah penyembuhnya,
aku merangkai duka,
tapi di ujung puisinya, kaulah cahaya, yang menyala.
Seperti apa pun perihal perih,
kau bukan sekadar kelam, yang singgah,
kau adalah luka, yang mengajarkan tabah,
air mata, yang mengalirkan makna,
kehilangan, yang mengajakku memahami keabadian.
Di antara bait-bait, yang lahir dari rindu,
kaulah sunyi, yang berbicara,
kaulah gema, yang tak pernah pudar,
kaulah makna, yang seutuhnya.
Jika puisiku adalah rumah,
maka kaulah dinding, yang membuatnya tetap berdiri,
jika puisiku adalah laut,
maka kaulah arus, yang menjadikannya berarti.
Dan jika aku adalah penyair,
maka kaulah sajak terindah, yang tak akan pernah selesai, kutulis.
Baca Juga : Menulis Namamu Di Keabadian
Postingan Populer
-
Perubahan iklim menjadi isu yang semakin mendesak di seluruh dunia. Dampaknya tidak hanya terasa pada lingkungan, tetapi juga mempengaruhi e...
-
Rahim Puisi Menelanjangi bait, menyetubuhi luka. Ahhh, secepat itu perih berejakulasi. Menyebar ke rongga rahim puisi, mengandung duka, lah...
-
Di Tengah Kehampaan Aku berusaha menggenggam waktu yang terus berlari, Namun jariku hanya memeluk angin. Seperti memegang sesuatu yang tidak...
-
Nama: Oki Budiyanto Tempat, Tanggal Lahir: Cilacap, 07 Oktober 1994 Domisili: Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia Hobi: Bermain game ...
-
Menulis Namamu di Keabadian Aku berpuisi sebisanya, seperti hujan yang jatuh tanpa tahu di mana ia berakhir, seperti angin yang berembus tan...
-
Aksara yang Tak Pernah Jadi Kata Apalagi Puisi Di ujung malam, di antara kelam yang belum sempat terlupa, aku duduk. Sebuah pena terpegang ...
-
Ruang Sunyi Setelah Cinta: Jejak yang Tak Terberi Nama Akan selalu ada sesuatu yang tidak mampu kita beri nama, Seperti yang jatuh, setelah ...
-
Kesepian yang Tak Beranjak Kesepian, seperti pengemis tua yang tak juga beranjak pergi. Meski telah kau sedekahkan tubuhmu, ia tetap bersimp...
-
Kisah Yang Tetap Ada Malam turun dengan sunyinya yang paling dalam. Angin berbisik pelan di celah jendela, seakan ingin mendengar percakapan...
-
**Ketidaksetaraan Cinta** Dalam erihal cinta, kita tidak pernah setara— seperti dua garis yang tak pernah bersinggungan, meski jarakn...
Arsip Blog
-
▼
2025
(21)
-
▼
Maret
(21)
- Perubahan Iklim: Ancaman Global dan Solusi Nyata u...
- Mengenal Puisi, Sajak, dan Rima: Seni Menulis yang...
- Cinta yang Abadi: Sebuah Kisah Tentang Doa, Kenang...
- Abadi dalam Aksara: Sebuah Puisi tentang Rindu, Ha...
- Ruang Sunyi Setelah Cinta: Jejak yang Tak Terberi ...
- Sajak yang Tak Punya Pembaca
- Sajak yang Tak Pernah Pergi
- Oki Budiyanto: Menjelajah Dunia, Baik Virtual maup...
- Aksara yang Tak Pernah Jadi Kata Apalagi Puisi
- Takdir Yang Memilih, Hidup Yang Menjalani
- Membacamu Melebihi Sunyi
- Tawa yang Tak Sempat Lahir
- Sajak Tanpa Nama
- Kaulah Makna,
- Menulis Namamu di Keabadian
- Kisah Yang Tetap Ada
- Rahim Puisi
- Kesepian yang Tak Beranjak
- Ketidaksetaraan Cinta
- Setengah Hati yang Tak Pergi
- Di Tengah Kehampaan
-
▼
Maret
(21)


