Baca Juga : Tawa Yang Tak Sempat Lahir
Selamat datang di blog ini, di mana setiap kata memiliki cerita. Setiap tulisan adalah sebuah perjalanan, mengungkapkan kisah-kisah yang terkadang tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari. Di sini, kami berbagi refleksi, inspirasi, dan pemikiran yang mengajak pembaca untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Setiap kata yang tertulis memiliki makna, dan setiap cerita yang diceritakan memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan menggugah hati.
Jumat, 14 Maret 2025
Membacamu Melebihi Sunyi
Minggu, 09 Maret 2025
Kisah Yang Tetap Ada
Kisah Yang Tetap Ada
Di suatu malam, ketika langit menumpahkan sunyi,
dan mereka mendekat dengan mata penuh ingin tahu,
aku akan tersenyum dan mulai bercerita.
"Ayah, apa itu cinta?" tanya mereka dengan polosnya.
Aku akan menatap mereka lembut,
lalu membuka lembaran kenangan di dalam kepalaku,
lembaran di mana namamu masih tertulis rapi,
tak lekang meski waktu telah lama berjalan.
Aku akan berkata,
Cinta adalah seseorang yang pernah hadir dalam hidupmu,
bukan sekadar singgah, tetapi menetap di ingatan,
meski akhirnya ia harus pergi.
Cinta adalah saat kamu menyebut namanya dalam doa,
bahkan ketika bibirmu sudah lama tak lagi menyapanya.
Cinta adalah kehangatan yang pernah mengisi ruang hatimu,
dan meski kini hanya bayangan,
kau tetap bersyukur karena pernah merasakannya.
"Cinta itu seperti apa, Ayah?" tanya mereka lagi.
Aku akan tersenyum kecil,
mengingat caramu tersenyum di antara rintik hujan,
mengingat tatapan matamu yang berbicara lebih banyak dari kata-kata.
"Cinta adalah ketika kamu rela melepas,
bukan karena kamu tak ingin bertahan,
tetapi karena kamu ingin dia bahagia,
meski tanpa kamu."
Aku akan menceritakanmu sebagai kisah yang tak selesai,
seperti langit yang tetap biru meski hujan sering turun,
seperti senja yang selalu pulang,
meski setiap malam ia harus lenyap dalam kegelapan.
Anak-anakku mungkin akan bertanya,
"Apakah cinta selalu berakhir bahagia?"
Aku akan menghela napas,
mengusap kepala mereka, lalu berkata,
"Cinta tidak selalu tentang memiliki.
Kadang cinta hanya tentang mengenang,
tanpa harus menggenggam."
Mereka akan menatapku dengan mata penuh tanya,
dan aku akan mengalihkan pandangan ke luar jendela,
ke arah langit yang pernah kita pandangi bersama,
ke arah malam yang masih menyimpan jejak langkah kita.
Lalu, dengan suara nyaris berbisik, aku akan berkata,
"Kamu tahu kamu itu siapa?
Kamu adalah seseorang yang pernah membuat ayah mengerti,
bahwa cinta bukan soal bersama selamanya,
tetapi tentang bagaimana seseorang tetap hidup,
di dalam hati, selamanya."
Baca Juga : Rahim Puisi
Postingan Populer
-
Perubahan iklim menjadi isu yang semakin mendesak di seluruh dunia. Dampaknya tidak hanya terasa pada lingkungan, tetapi juga mempengaruhi e...
-
Rahim Puisi Menelanjangi bait, menyetubuhi luka. Ahhh, secepat itu perih berejakulasi. Menyebar ke rongga rahim puisi, mengandung duka, lah...
-
Di Tengah Kehampaan Aku berusaha menggenggam waktu yang terus berlari, Namun jariku hanya memeluk angin. Seperti memegang sesuatu yang tidak...
-
Nama: Oki Budiyanto Tempat, Tanggal Lahir: Cilacap, 07 Oktober 1994 Domisili: Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia Hobi: Bermain game ...
-
Menulis Namamu di Keabadian Aku berpuisi sebisanya, seperti hujan yang jatuh tanpa tahu di mana ia berakhir, seperti angin yang berembus tan...
-
Aksara yang Tak Pernah Jadi Kata Apalagi Puisi Di ujung malam, di antara kelam yang belum sempat terlupa, aku duduk. Sebuah pena terpegang ...
-
Ruang Sunyi Setelah Cinta: Jejak yang Tak Terberi Nama Akan selalu ada sesuatu yang tidak mampu kita beri nama, Seperti yang jatuh, setelah ...
-
Kesepian yang Tak Beranjak Kesepian, seperti pengemis tua yang tak juga beranjak pergi. Meski telah kau sedekahkan tubuhmu, ia tetap bersimp...
-
Kisah Yang Tetap Ada Malam turun dengan sunyinya yang paling dalam. Angin berbisik pelan di celah jendela, seakan ingin mendengar percakapan...
-
**Ketidaksetaraan Cinta** Dalam erihal cinta, kita tidak pernah setara— seperti dua garis yang tak pernah bersinggungan, meski jarakn...
Arsip Blog
-
▼
2025
(21)
-
▼
Maret
(21)
- Perubahan Iklim: Ancaman Global dan Solusi Nyata u...
- Mengenal Puisi, Sajak, dan Rima: Seni Menulis yang...
- Cinta yang Abadi: Sebuah Kisah Tentang Doa, Kenang...
- Abadi dalam Aksara: Sebuah Puisi tentang Rindu, Ha...
- Ruang Sunyi Setelah Cinta: Jejak yang Tak Terberi ...
- Sajak yang Tak Punya Pembaca
- Sajak yang Tak Pernah Pergi
- Oki Budiyanto: Menjelajah Dunia, Baik Virtual maup...
- Aksara yang Tak Pernah Jadi Kata Apalagi Puisi
- Takdir Yang Memilih, Hidup Yang Menjalani
- Membacamu Melebihi Sunyi
- Tawa yang Tak Sempat Lahir
- Sajak Tanpa Nama
- Kaulah Makna,
- Menulis Namamu di Keabadian
- Kisah Yang Tetap Ada
- Rahim Puisi
- Kesepian yang Tak Beranjak
- Ketidaksetaraan Cinta
- Setengah Hati yang Tak Pergi
- Di Tengah Kehampaan
-
▼
Maret
(21)


